Introduction of Virtualization Technology

Virtualisasi merupakan pembentukan versi virtual dari sesuatu yang bersifat fisik seperti komputer, jaringa, dan storage (Masim Vavai Sugianto). Atau bisa juga diartikan sebagai teknologi yang memungkinkan pengalokasian sumber daya (resource) secara dinamis (Harry Sufehmi).
Jenis-jenis virtualisasi
  • Network Virtualization : VLAN, Virtual IP, Multilink
  • Memory Virtualization : pooling memory dari node-node di cluster
  • Grid Computing : banyak komputer = satu
  • Application Virtualization : Dosemu, Wine
  • Storage Virtualization : RAID, LVM
  • Platform Virtualization : virtual computer
Pada pembahasan mengenai Pengenalan Cloud Computing terdapat layanan yang berupa infrastruktur (IaaS – Infrastructure as a Service), dimana untuk mengimplementasikan IaaS digunakanlah teknologi virtualisasi mesin/komputer. Atau yang pernah mendengar isitilah Virtual Private Server (VPS) itu juga menggunakan virtualisasi mesin.

Virtualization

Tipe Virtualisasi
  • Full Virtualization : virtualisasi seluruh hardware untuk mesin virtual. Contoh: Virtualbox, VMWare Workstation, Parallels Desktop.
  • Para Virtualization : virtualisasi di level kernel. Contoh: Xen.
  • OS Virtualization : virtualisasi di level OS. Guest OS menggunakan kernel dari Host OS. Contoh : OpenVZ.

Hypervisor

Hypervisor adalah perangkat lunak yang berfungsi untuk membuat sebuah mesin virtual.
Tipe Hypervisor
  • Tipe 1 Hypervisor Native/Bare Metal : berjalan pada fisik komputer secara langsung. Contoh : KVM,VMWare ESXi, Microsoft Hyper-V, Proxmox VE.
  • Tipe 2 Hypervisor Hosted : berjalan diatas sistem operasi. Contoh : Virtualbox, VMWare Workstation, Parallels Desktop.
Tipe 1 Hypevisor Native
Tipe 1 Hypevisor Native
Tipe 2 Hypervisor Hosted
Tipe 2 Hypervisor Hosted

Kelebihan Virtualisasi

  • Pengurangan biaya investasi hardware
  • Kemudahan backup dan recovery
  • Kemudahan deployment
  • Mengurangi panas
  • Mengurangi biaya ruang server
  • Kemudahan perawatan dan pengelolaan
  • Standarisasi hardware
  • Kemudahan replacement

Kekurangan Virtualisasi

  • Satu server fisik bermasalah maka semua mesin virtual diatasnya ikut bermasalah. Oleh karena itu diperlukan backup server
  • Membutuhkan spesifikasi hardware yang lebih tinggi agar bisa menjalankan beberapa mesin virtual sekaligus secara bersamaan
  • Keamanan server fisik harus dijaga dengan baik karena jika server fisik atau hypervisornya ditembus keamanannya maka mesin virtual lain kemungkinan bisa juga dikendalikan.

Tulis komentar anda... Conversion Conversion Emoticon Emoticon

Thanks for your comment